namamu adalah cahaya di sajadah, tepat di sudut sujud. disana namamu ku rajut. di malam-malam panjang, ketika langit penuh gemintang, di sana namamu ku pajang. di setiap butir pasir dipesisir, di sana namamu ku ukir. di palung hati, ketika asa menjelma mimpi, di sana namamu terpatri. demikianlah, namamu adalah cahaya yang memantulkan wujud semesta yang tertangkap mata...
|
Wednesday, April 22, 2009 kau menyebutnya rumah bidadari, tempat dimana kita memetik mimpi...
|
Friday, October 17, 2008 tak seperti biasanya, kali ini kau datang tepat waktu. mengetuk pintu yang tak pernah tertutup lalu menyelinap begitu saja. tahukah kau? kerinduan terhadapmu melampaui hitungan waktu. sekarang, buat dirimu nyaman, karena hari-hari yang kita lalui begitu melelahkan dan kerap kali menyayat hati... mari, syukuri sisa perih ini, karenanya kita menuju paripurna ... kerinduanku pada malam kian dalam tuk sekedar bertemu denganmu dalam 1000 bulan ... Ku mohon padamu, kekasih jangan biarkan kemesraan ini pergi. biarkan ku nikmati percumbuan di malam-malam panjangmu. biarkan ku tenggelam dalam 1000 cahaya cintamu yang berpendar di setiap hela napas terakhirku… tiba-tiba kita berada di persimpangan, antara senyum dan air mata. belum puas kerinduan ini bercumbu di malam panjangmu dan mengecap manisnya 1000 cintamu… kau menghilang ketika fajar mengeja namamu… ahirnya fajar menelan 1000 cintamu, tinggalkan 1000 rindu yang kau gurat di palung hati, adakah masa pertemukan rindumu-dan-ku…? Jangan biarkan kemesraan ini pergi… Belum genap bayangmu memanjang Di ujung senja, Ketika 1000 pujian mengantarmu keperaduan. Kau menikamku dengan 1000 sepi. Mungkin, 1000 tahun cahaya kita bersua…
|
Thursday, May 15, 2008 bulan hampir tenggelam, padahal malam masih kelam, pagi belum juga menjelang. lihatlah ke batas horison, sayang... dia memerah seakan marah, marah pada apa? marah pada siapa? tegoklah sebentar, sayang... pada kisah yang menyulut resah pada mimpi yang tak pernah disiangi pada nasib yang tak pernah berpihak. renungkan sejenak, sayang... meski luka tetap menganga dan perih makin jerih, malam pasti menepi. percayalah, sayang... waktu tetap melaju. ![]() ![]()
|
Tuesday, April 29, 2008 adalah tentangmu: tentang jejakmu yang tergerus waktu, tentang tangismu yang tak pernah meneteskan air mata... "cy, jika aku ingin mendengar dan membaca puisi, diantaranya adalah puisimu..." ![]() ![]()
|
sepertinya malam ini akan badai simpan dulu air matamu... biarkan ia tenggelam dalam dunianya sendiri. karena air mata dapat menjadi mata air kehidupan, ketika pusaran waktu memasungmu ![]() ![]() |