bulan memerah lihatlah ke ufuk, sayang... bulan hampir tenggelam, padahal malam masih kelam, pagi belum juga menjelang. lihatlah ke batas horison, sayang... dia memerah seakan marah, marah pada apa? marah pada siapa? tegoklah sebentar, sayang... pada kisah yang menyulut resah pada mimpi yang tak pernah disiangi pada nasib yang tak pernah berpihak. renungkan sejenak, sayang... meski luka tetap menganga dan perih makin jerih, malam pasti menepi. percayalah, sayang... waktu tetap melaju. ![]() ![]() |